Bung
Karno dalam biografinya hanya menyinggung sedikit masa-masa sekolah di
HBS Surabaya. Masa-masa ia berjalan kaki, sementara para murid Belanda
sudah ber-haha-hihi dengan sepeda angin. Ia lantas berusaha
memperketat pengeluaran sehingga bisa menyisihkan sedikit uang bulanan
untuk ditabung


